Saturday, January 29, 2011

Konsep Kebijakan Publik

Dari beberapa literatur terdapat dua penggunaan konsep kebijakan yaitu kebijakan dan kebijaksanaan. Menurut Said dalam Rakhmat (2009) perbedaan makna antara konsep kebijakan dan kebijaksanaan tidak menjadi persoalan selama kedua istilah itu diartikan sebagai keputusan pemerintah yang bersifat umum dan ditujukan kepada masyarakat atau kepetingan publik.

Kebijakan publik atau dalam kepustakaan internasional disebut sebagai publik policy menurut Thomas R. Dye dalam Riant Nugroho (2003) adalah segala sesuatu yang dikerjakan oleh pemerintah, mengapa mereka melakukan, dan hasil yang membuat sebuah kehidupan bersama tampil berbeda. David Easton melukiskannya sebagai pengaruh (impact) dari aktivitas pemerintah sedangkan James Anderson (1979) dalam Subarsono (2005) mendefinisikan kebijakan publik sebagai kebijakan yang ditetapkan oleh badan-badan dan aparat pemerintah. Walaupun disadari bahwa kebijakan publik dapat pula dipengaruhi oleh para aktor dan faktor dari luar pemerintah. Harold Laswell dan Abraham Kaplan menjabarkan kebijakan publik hendaknya berisi tujuan, nilai-nilai, dan praktika-praktika sosial yang ada dalam masyarakat.

Dunn (2003) mengemukakan ada beberapa jenis kebijakan yaitu :

1. Kebijakan Sebagai Keputusan Pemerintah

2. Kebijakan Sebagai Bentuk Pengesahan Formal

3. Kebijakan Sebagai Program

4. Kebijakan Sebagai Keluaran

5. Kebijakan Sebagai Hasil Akhir

Beberapa pengertian kebijakan tersebut mempunyai beberapa implikasi yaitu sebagai berikut :

1. Bahwa kebijakan Negara itu dalam bentuk perdananya berupa penetapan tindakan-tindakan dari pemerintah;

2. Bahwa kebijakan Negara itu tidak cukup hanya dinyatakan, tetapi dilaksanakan dalam bentuk yang nyata;

3. Bahwa kebijakan Negara itu baik untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu, itu mempunyai dan dilandasi dengan maksud dan tujuan tertentu;

4. Bahwa kebijakan itu harus senantiasa ditujukan untuk kepentingan seluruh anggota masyarakat.

Shafritz dan Russel dalam Rakhmat (2009) menyatakan kebijakan publik sebagai “Whatever a governmet decides to do or not to do”(bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah merupakan respons terhadap suatu isu publik atau isu kebijakan). Pemikiran serupa dikemukakan oleh Chandler dan Plano dalam Rakhmat (2009) bahwa kebijakan publik adalah pemanfaatan yang strategis terhadap sumberdaya yang tersedia untuk memecahkan masalah publik atau pemerintah.

Dari berbagai padangan tersebut terdapat beberapa isi dari sebuah kebijakan menurut Said dalam Rakhmat (2009) yakni : (1) adanya tujuan tertentu yang dikehendaki untuk dicapai, bukan suatu tujuan yang sekedar hanya diinginkan saja; (2) rencana yang merupakan alat atau cara tertentu untuk mencapainya; (3) program yang telah mendapat persetujuan dan pengesahan untuk mencapai tujuan dimaksud; (4) keputusan, yaitu tindakan tertentu yang diambil untuk menentukan tujuan, membuat dan menyesuaikan rencana, melaksanakan dan mengevaluasi program; (5) dampak, yaitu efek atau dampak yang ditimbulkan dari suatu program dalam kehiduan masyarakat.

Sunday, January 23, 2011

Penelitian Menurut Tingkat Ekplanasinya

Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan antara variabel satu dan lainnya.
Contoh : bagaimana efisiensi kerja pegawai, bagaimana tingkat motivasi kerja pegawai atau bagaimanakah kualitas SDA papua. Yang dicetak miring inilah yang akan diteliti.

Penelitian Komparatif
Penelitian komparatif adalah penelitian yang bersifat membandingkan. Disini variabelnya masih sama dengan penelitian variabel mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu atau lebih dalam waktu yang berbeda.
Contoh : Perbedaan profil pimpinan dari waktu ke waktu, adakah perbedaan antara Bank Swasta dan Bank Pemerintah atau adakah perbedaan antara Bupati yang lama dan yang baru.

Penelitian Asosiatif/Hubungan
Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara antara variabel atau lebih. Penelitian ini mempunyai tingkatan yang tertinggi bila dibandingkan dengan penelitian deskriptif atau komparatif. Dengan penelitian ini maka akan dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
Contoh : pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai, hubungan antara motiivasi dan efektiffitas kerja pewagai dan pengaruh insentif terhadap prestasi kerja.


Sugiyono, 2003.

Penelitian Menurut Metode

Penelitian Survey

Penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian relatif, dsitribusi, dan hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis (Kelinger, 1973).

Penelitian Ex Post Facto

Penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.

Penelitian Ekperimen

Penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat.

Penelitian Naturalistik

Penelitian ini sering disebut juga dengan motede penelitian kualitatif yang digunakan untuk meneliti pada obyek ilmiah, dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis bersifat induktif dan hasil penelitian lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Policy Research (Penelitian Kebijakan)

Penelitian ini dimulai karena adanya masalah dan masalah ini pada umumnya dimiliki oleh para manajer pengambil keputusan dalam suatu institusi. Majchrzak (1984) mendefinisikan policy research sebagai suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau menganalisis terhadap masalah sosial yang mendasar sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam menyelesaikan masalah.

Action Research (Penelitian Tindakan)

Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga dapat meningkat dengan melibatkan anggota untuk mengkaji kelemahan, kebaikan dan hal lain yang berguna bagi pengembangan suatu organisasi.

Penelitian Evaluasi

Penelitian ini dapat juga dikatakan evaluasi, tetapi juga dapat dikatakan sebagai penelitian. Sebagai evaluasi berarti hal ini merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan. Evaluasi sebagai penelitian berarti akan berfungsi untuk menjelaskan fenomena.

Penelitian Sejarah

Penelitian ini berkenaan dengan analisis logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung dimasa lalu. Tujuan penelitian sejarah adalah untuk merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif melalui pengumpulan, evaluasi, verifikasi dan sintesa data yang diperoleh sehingga ditetapkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan (Isaac,1981). Namun demikian kesimpulan yang diperoleh sifatnya masih hipotesis.


Sugiyono, 2003.

Sunday, January 9, 2011

Organisasi

Pengertian Organisasi
Organisasi adalah wadah kegiatan daripada orang-orang yang bekerja sama dalam usahanya mencapai tujuan. Dalam wadah itu setiap orang harus jelas tugas , wewenang dan tanggungjawabnya, hubungan dan tata kerjanya. Pengertian yang demikian disebut organisasi yang bersifat Statis karena hanya sekedar melihat pada strukturnya, dan ada juga organisasi yang bersifat Dinamis dimana organisasi dilihat daripada dinamika, aktifitas daripada tatahubungan yang terjadi dalam organisasi itu.

Definisi Organisasi
Menurut Dalton E. Mc Farland : organisasi adalah suatu kelompok manusia yang dapat dikenal yang menyumbangkan usahanya terhadap tercapainya sutau tujuan. Menurut Dimock : organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan atau berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, korrdinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Ciri – Ciri Organisasi
Berdasarkan pengertian dan definisi organisasi diatas, maka suatu organisasi dapat dikenal dengan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
 Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal
 Adanya kegiatan yang berbeda-beda tetapi saling berkaitan yang merupakan suatu usaha atau kegiatan
 Tiap-tiap anggota memberikan sumbangan usaha atau tenaganya
 Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan
 Adanya suatu tujuan.

Prinsip-Prinsip Organisasi
Prinsip bahwa organisasi harus mempunyai tujuan yang jelas
Organisasi disusun atau dibentuk berdasarkan tujuan yang jelas dan berdasarkan kepentingan yang telah diatur bersama.
Prinsip Skala Hirarki
Adanya garis kewenangan yang jelas dari pimpinan tingkat atas sampai pada setiaa pimpinan tingkat bawah sehingga pertanggungjawabannya akan lebih efektif, demikian pula proses pengambilan keputusan, komunikasi dsn koordinasinya.
Prinsip Kesatuan Perintah
Bahwa staf atau pimpinan dibawah hanya mendengar atau menerima perintah dan bertanggung jawab pada seorang atasan saja.
Prinsip Pelimpahan Wewenang
Pengambilan keputusan, melakukan hubungan kerja dengan orang lain, dan mengadakan tindakan tanpa meminta persetujuan lagi dari pimpinan yang disebut dengan pelimpahan wewenang, hal ini biasanya disebabkan karena keterbatasan kemampuan pemimpin atau karena disebabkan yang lain.
Prinsip daripada Pertanggungjawaban
Dalam setiap tugasnya bawahan harus bertanggung jawab kepada atasannya
Prinsip Pembagian Kerja
Pembagian kerja biasanya disebabkan karena keterbatasn seseorang dalam melakukan pekerjaan, sehingga harus dilaksakanan pembagian tugas sesuai dengan spesialisasinya agar tujuan organisasi lebih efektif.
Prinsip Jenjang atau Rentang Pengendalian
Artinya bahwa jumlah bawahan yang harus dikendalikan pimpinan harus dibatasi secara rasional, oleh karena itu tingkat kewenangan harus dibatasi seminim mungkin agar biaya dapat ditekan.
- Rentang pengendalian sempit ( jumlah bawahan relatif kecil antara 4 – 8 orang )
- Rentang pengendalian luas ( jumlah bawahan besa kecil antara 8 - 15 orang )
Prinsip Fungsional
Bahwa seseorang dalam organisasi secara fungsional harus jelas tugas, wewenang, kegiatan, hubungan kerja serta tanggung jawb dalam melaksanakan tercapainya tujuan organisasi.
Prinsip Pemisahan
Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain
Prinsip Keseimbangan
Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi, keseimbangan antara beban tugas pekerjaan dengan fungsi manager.
Prinsip Fleksibilitas
Perubahan dan perkembangan suatu organisasi harus disesuaikan dengan perubahan dan dinamika organisasi itu, sebab jika tidak dapat menyesuaikan diri maka tidak dapat memenuhi tujuan organisasinya. Maka diperlukan reorganisasi baik karena perubahan status pimpinan, metode kerja dan teknologi yang harus disesuaikan dengan yang baru
Prinsip Kepemimpinan
Kemampuan kepemimpinan sangat diperlukan dalam suatu organisasi, karena pemimpin yang baik dapat meningkatkan, menciptakan dan memimpin organisasi ke arah yang lebih efektif.

Bentuk – Bentuk Organisasi
Organisasi Lini
Organisasi ini mempunyai bentuk yang sederhana, daam organisasi ini bawahan hanya mengenal satu pimpinan saja sementara bawahan hanya bertindak sebagai pelaksana atau orang-orang atau unit dalam organisasi yang secara langsung ikut menghasilkan tercapainya tujuan organisasi. Jelasnya dalam organisasi ini dikenal hanya unsur pimpinan dan pelaksana, umumnya terdapat pada organisasi militer
Organisasi Lini dan Staf
Organisasi ini terdiri atas unit-unit lini dan unit-unit staf, yang dimaksud dengan lini ( garis ) adalah orang-orang yang secara langsung ikut serta melaksanakan tercapainya tujuan organisasi sedangkan staf disini adalah staf pembantu yaitu
Organisasi Fungsi
Organisasi ini disusun atas dasar kegiatan dari tiap fungsi sesuai dengan kepentingan, dimana tiap fungsi terpisah berdasarkan atas`bidang keahliannya akan tetapi tiap fungsi tidak dapat berdiri sendiri karena fungsi satu dan lainnya saling ketergantungan.
Organisasi Panitia
Panitia adalah sekelompok orang yang ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan khusus. Disamping panitia juga terdapat istilah Gugus Tugas ( Task Force ) yaitu kelompok sementara yang terdiri daripada orang-orang yang mempunyai keahlian khusus yang diambil dari berbagai unit organisasi/instansi dan bertugas untuk melaksanakan tugas tertentu. Setalah tugas selesai maka Task Force tersebut dibubarkan.

Kepemimpinan

Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah suatu seni tentang cara untuk mempengaruhi orang lain kemudian mengarahkan keinginan, kemampuan dan kegiatan mereka untuk mencapai tujuan si pemimpin. Pemimpin adalah orang yang melaksanakan kepemimpinan dengan tujuan agar orang lain dapat mendengar dan mengikutinya.

Menurut John Pfiffner : Kepemimpinan adalah seni untuk mengkoordinasikan dan memberikan dorongan terhadap individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Menurut Dalton E. Mc Farland : Kepemimpinan adalah sebagai suatu proses dimana pimpinan digambarkan akan memberikan perintah/pengarahan, bimbingan atau mempengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Teori Kepemimpinan

Teori Keturunan : Bahwa bakat kepemimpinan seseorang telah ada sejak ia dilahirkan. Teori Kejiwaan : kepemimpinan ini dibentuk sesuai dengan jiwa seseorang berdasarkan pendidikan dan pengalaman. Teori Lingkungan : kepemimpinan ini lahir karena lingkungan yang mempengaruhi untuk menjadi pemimpin

Beda dan Arti Kepemimpinan

Kepemimpinan dapat dibedakan menjadi 3 bagian yakni :

· Pemimpinan berdasarkan atas keturunan : pemimpin yang dipilih sejak dulu atas dasar jasa bagi masyarakat

· Pemimpin berdasarkan pemilihan : pemimpin yang lahir karena pilihan rakyat dan lahir dari kelompok itu untuk membawa kepentingan dari masyarakat

· Pemimpin atas dasar penunjukan : biasanya pemimpin ini ditunjuk atas dasar pimpinan yang mempunyai wewenang

Sifat Dan Fungsi Kepemimpinan

· Mengetahui bidang tugasnya

· Peka terhadap keadaan lingkungannya

· Melakukan hubungan antar manusia dengan baik

· Mampu melakukan hubungan komunikasi dengan baik kedalam maupun keluar

· Mampu melakukan koordinasi

· Mampu mengambil keputusan dengan tepat

· Mampu mengadakan hubungan masyarakat

· Intelegensia tinggi

· Motivasi diri

· Kematangan jiwa sosia.

Lagu Kei "WATAT"

NEN NEN O DEN BE O, NEN NEN O DEN BE O TANAT NA HU DANG BO NA EN SAR O NEN O MATAM DAN BE O, NEN O MATAM DAN BE O UM VAL WAHAM DO FO MLI...